Pengelolaan dan Penanganan Limbah Medis di Rumah Sakit : (5-6 November 2019, Bandung) (12-13 November 2019,Bogor) (19-20 November 2019, Jakarta) (26-27 November 2019, Yogyakarta)

PENDAHULUAN

Limbah Rumah Sakit mengandung bahan beracun berbahaya. Rumah Sakit tidak hanya menghasilkan limbah organik dan anorganik, tetapi juga limbah infeksius yang kemungkinan mengandung bahan beracun berbahaya (B3). Dari keseluruhan limbah rumah sakit, sekitar 10 sampai 15 persen diantaranya merupakan limbah infeksius yang mengandung logam berat, antara lain mercuri (Hg). Sebanyak 40 persen lainnya adalah limbah organik yang berasal dari makanan dan sisa makan, baik dari pasien dan keluarga pasien maupun dapur gizi. Selanjutnya, sisanya merupakan limbah anorganik dalam bentuk botol bekas infus dan plastik.

Temuan ini merupakan hasil penelitian Bapedal Jabar bekerja sama dengan Departemen Kesehatan RI, serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama tahun 1998 sampai tahun 1999. Biasanya orang mengaitkan limbah B3 dengan industri. Siapa yang menyangka ternyata dirumah sakitpun menghasilkan limbah berbahaya dari limbah infeksius. Limbah infeksius berupa alat-alat kedokteran seperti perban, salep, serta suntikan bekas (tidak termasuk tabung infus), darah, dan sebagainya. Dalam penelitian itu, hampir di setiap tempat sampah ditemukan bekas dan sisa makanan (limbah organik), limbah infeksius, dan limbah organik berupa botol bekas infus.

Limbah rumah sakit, khususnya limbah medis yang infeksius, belum dikelola dengan baik. Sebagian besar pengelolaan limbah infeksius disamakan dengan limbah medis noninfeksius. Selain itu, kerap bercampur limbah medis dan nonmedis. Percampuran tersebut justru memperbesar permasalahan limbah medis.

MANFAAT

Peserta dapat Memahami

  • Bahwa limbah medis termasuk limbah berbahaya.
  • Klasifikasi limbah medis, komposisi, dampak serta bahayanya.
  • Penanganan limbah medis yang baik, pemilahan, temporary storage serta transportasinya.
  • Cara melindungi diri dari dampak limbah medis tersebut.
  • Perundangan yang mendasari penanganan limbah medis ini.

MATERI

  • Pengenalan limbah medis.
  • Klasifikasi limbah medis.
  • Prinsip penanganan limbah medis berdasarkan strategi WHO.
  • Bahaya limbah medis terhadap kesehatan, Bio-Safety, Pencegahan dan pengelolaannya.
  • Penyimpanan sementara.
  • Transportasi.
  • Pemeriksaan Kesehatan dan Bio-monitoring bagi pekerja yang menanganinya.
  • Perundangan yang mendasari.
  • Dan banyak hal lainnya yang terkait dengan penanganan limbah medis ini.

PESERTA

Semua bagian yang terkait, seperti : Pimpinan Rumah Sakit. Petugas K3RS (Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit). Dokter, Perawat yang terkait dengan K3. Manager, Supervisor atau HRD, serta karyawan yang menangani limbah medis. Semua pihak yang tertarik.

METODE TRAINING
Metode interaktif, presentasi, diskusi, studi kasus

TRAINER
Tim Konsultan PT Ganesha Inti Persada

DURASI TRAINIING
2 hari (efektif 14 jam)

INVESTASI TRAINING
Rp. 4.250.000 /peserta

FASILITAS
Sertifkat, Modul, Training Kit, Lunch, Coffee Break, diselenggarakan di hotel berbintang

INFORMASI DAN PROMO
0811-996-1224 (WA)

021-22830080

021 – 4603050

CONTACT PERSON

0811-996-1224

0812-9679-1324 (WA)

JADWAL TRAINING TAHUN 2019 :

November :

  • 5-6 November 2019, Bandung
  • 12-13 November 2019,Bogor
  • 19-20 November 2019, Jakarta
  • 26-27 November 2019, Yogyakarta

Desember:

  • 3-4 Desember 2019, Bandung
  • 10-11 Desember 2019, Surabaya
  • 17-18 Desember 2019, Jakarta
  • 26-27 Desember 2019, Yogyakarta

JADWAL TRAINING TAHUN 2020 :

Januari

  • 9-10 Januari 2020, Jakarta
  • 16-17 Januari 2020, Yogyakarta
  • 23-24 Januari 2020, Bogor
  • 30-31 Januari 2020, Bandung

Februari

  • 4-5 Februari 2020, Yogyakarta
  • 10-11 Februari 2020, Bandung
  • 18-19 Februari 2020, Bogor
  • 27-28 Februari 2020, Jakarta

Maret

  • 9-10 Maret 2020, Bogor
  • 16-17 Maret 2020, Jakarta
  • 23-24 Maret 2020, Yogyakarta
  • 30-31 Maret 2020, Bandung

April

  • 8-9 April 2020, Bogor
  • 15-16 April 2020, Jakarta
  • 22-23 April 2020, Bandung
  • 29-30 April 2020, Yogyakarta

Mei

  • 5-6 Mei 2020, Jakarta
  • 12-13 Mei 2020, Bandung

Juni

  • 9-10 Juni 2020, Bogor
  • 16-17 Juni 2020, Jakarta
  • 23-24 Juni 2020, Yogyakarta
  • 30-31 Juni 2020, Bandung

Juli

  • 8-9 Juli 2020, Jakarta
  • 15-16 Juli 2020, Bogor
  • 22-23 Juli 2020, Bandung
  • 29-30 Juli 2020, Yogyakarta

Agustus

  • 5-6 Agustus 2020, Bogor
  • 12-13 Agustus 2020, Jakarta
  • 18-19 Agustus 2020, Yogyakarta
  • 26-27 Agustus 2020, Bandung

September

  • 8-9 September 2020, Yogyakarta
  • 15-16 September 2020, Jakarta
  • 22-23 September 2020, Bandung
  • 23-30 September 2020, Bogor

Oktober

  • 7-8 Oktober 2020, Bandung
  • 14-15 Oktober 2020, Jakarta
  • 21-22 Oktober 2020, Yogyakarta
  • 27-28 Oktober 2020, Bogor

November

  • 9-10 November 2020, Bandung
  • 16-17 November 2020, Jakarta
  • 23-24 November 2020, Yogyakarta

Desember

  • 8-9 Desember 2020, Bandung
  • 15-16 Desember 2020, Bogor
  • 22-23 Desember 2020, Jakarta
  • 29-30 Desember 2020, Yogyakarta

REFERENSI

Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Kelas 1 Medan